.: TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM, KAMI SEGENAP PIMPINAN DAN KARYAWAN/TI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI 1431 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. :.      .: "Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-65 Negara Kesatuan Republik Indonesia, Negara yang Ber-Bhineka Tunggal Ika, Negara Kepulauan yang Berbasis Nusantara" :.      .: "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Hidangkan Ikan Saat Berbuka. Ikan : Lezat, Sehat dan Mencerdaskan" :.      .: "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Puasa Meningkatkan Taqwa, Kejujuran dan Etos Kerja" :.      .: "Korupsi perbuatan hina dan dosa. Korupsi merugikan bangsa dan negara, maka laporkan ke KPK (Direktorat Pengaduan Masyarakat), Jl.HR.Rasuna Said Kav.C 1 Jakarta 12920 PO BOX 575 Jakarta 10120 Telp. (021) 25578389 Fax.(021) 52892454 sms 08558575575" :.     

Berita

  

PEMDA KABUPATEN MAMUJU BERSAMA BPPP AERTEMBAGA LATIH SDM DI BIDANG BUDIDAYA RUMPUT LAUT.

PEMDA KABUPATEN MAMUJU BERSAMA BPPP AERTEMBAGA LATIH SDM DI BIDANG BUDIDAYA RUMPUT LAUT. 

Rumput laut merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam mata dagang internasional dan menjadi produk andalan dalam jajaran komoditi perikanan di Indonesia. Jenis rumput laut yang paling banyak dibudidayakan adalah alga merah (Rhodophyta) yaitu Eucheuma cotonii yang mengandung karaginan.  Budidaya rumput laut memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan. Upaya meningkatkan produksi rumput laut dapat ditempuh melalui usaha budidaya dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relatif sederhana dan biaya produksi yang murah, sehingga budidaya rumput laut merupakan salah satu sumberdaya yang berbasis keunggulan komparatif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga yang merupakan lembaga teknis yang mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan pelatihan teknis dan manajerial di bidang usaha perikanan, telah menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 8 s.d 14 Juli 2010, dengan harapan akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pembudidaya Rumput Laut sehingga taraf hidupnya juga akan lebih meningkat.  Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju yang diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Desa Tadui. Praktek dilaksanakan diareal pantai Desa Tadui, berupa pembuatan dan pemasangan sarana budidaya rumput laut sistim longline serta penanaman rumput laut diareal seluas 100 x 60 meter. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  kabupaten Mamuju Bapak Syamsul Suddin, SE, M.Si. Yang dihadiri pula oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga serta Penyuluh Perikanan setempat.

Kabupaten Mamuju adalah ibukota provinsi Sulawesi Barat pada posisi 1038’ – 20,54’ 552’’ LS dan 110.54’47’’ – 130.5’35’’ BT dengan luas wilayah 138.506 Ha (4 mil laut) dan panjang garis pantai 254,42 km, luas potensi tambak 16.247,97 Ha dan rumput laut 8.927,09 Ha merupakan gambaran wilayah yang sangat potensial untuk dikembangkan baik untuk pengembangan budidaya tambak maupun untuk pengembangan budidaya rumput laut.  Prioritas pembangunan Perikanan Budidaya Kabupaten Mamuju adalah pengembangan kawasan Minapolitan sektor tambak untuk produk bandeng dan udang windu serta rumput laut.  Potensi pengembangan rumput laut di kabupaten Mamuju, tersebar di 5 (lima) kecamatan Pantai yaitu Kecamatan Karossa, Kecamatan Budong-budong, Kecamatan Kalukku, Kecamatan Simkep dan Kecamatan Mamuju, namun areal potensi, Rumput laut eksisting dan produksi yang terbesar ada di Kecamatan Mamuju dengan data sebagai berikut:  Rumput laut eksisting 2245,42 Ha, areal potensi 5.131,96 Ha dan produksi 44.908,4 Ton. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dalam sambutannya, menyambut baik penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Rumput laut Bagi Masyarakat Pembudidaya di Kabupaten Mamuju, mengingat potensi pengembangan rumput laut di kabupaten Mamuju yang cukup besar sehingga perlu pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap pelaku usaha dalam hal ini pembudidaya rumput laut. Beliau juga menyampaikan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat berlangsung terus di Kabupaten Mamuju, terutama Budidaya dan Penangkapan Ikan. Adapun yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Nomor : B.30/BPPP-BTG/DL.210/Kpts/VI/2010 tanggal 22 Juni 2010 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.  

Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga    ( Pola S.T. Panjaitan, A.Pi, MM ) menyambut baik harapan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, beliau mengusulkan kedepan dapat direncanakan Pelatihan Kerjasama antara Kabupaten Mamuju dan Balai Diklat Perikanan Aertembaga untuk bidang Budidaya Perikanan, Penangkapan Ikan, Permesinan Kapal Perikanan dan Pengolahan Hasil Perikanan serta Manajerial/ Kewirausahaan.

Kurikulum pelatihan disusun berdasarkan kompetensi kerja calon peserta pelatihan dengan jumlah jam berlatih 54 jam @ 45 menit.  Materi yang disampaikan terdiri atas teori 29, 6 % teori dan 70,4 % praktek. Materi yang diberikan antara lain Penentuan Lokasi usaha budidaya rumput laut berupa pengukuran kualitas air (pH air, suhu
Oksigen terlarut, kecerahan dan kecepatan arus). Praktek penentuan lokasi dilakukan  di areal  pantai  Tadui  yang  akan   ditempatkan sarana budidaya sistim long line. Menghitung kebutuhan bahan dan membuat sarana budidaya rumput laut sistim longline dilakukan di Balai desa Tadui, setelah selesai dibawa ke areal pantai untuk dipasang.
 
Topografi pantai Desa Tadui dikelilingi hutan bakau sehingga untuk melakukan aktifitas penanaman dan pemeliharaan rumput laut dilakukan diatas perahu. Perahu mutlak diperlukan oleh pembudidaya rumput laut desa Tadui. Pengikatan bibit rumput laut dilakukan diatas perahu, dengan berat rata-rata awal 50 gram/koloni. Untuk mencapai areal budidaya rumput laut harus berperahu melalui hutan bakau pada saat air pasang.

Materi pemeliharaan antara lain, memilih bibit, menanam dan mengangkut rumput laut, mengukur pertumbuhan, merawat rumput laut dan sarana budidaya serta penanganan hama dan penyakit rumput laut, Selanjutnya diberikan materi panen dan penanganan paska panen rumput laut.  Adapun keadaan budidaya rumput laut di kabupaten Mamuju adalah ;
  1. Harga masih sangat ditentukan oleh pedagang, bukan oleh pasar
  2. Kualitas rumput laut tidak berpengaruh kepada harga
  3. Penanganan paska panen belum standart
  4. Produk olahan rumput laut belum berkembang.

Kedepan sangat dibutuhkan penataran maupun himbauan kepada pelaku pasar dalam hal ini pedagang oleh instansi yang berwewenang, agar penetapan harga jual rumput laut disesuaikan dengan pasar yang berlaku serta pengklasifikasian harga rumput laut kering berdasarkan kualitas/mutu rumput laut kering.Selain materi teknis diberikan juga materi Analisa usaha, yang diberikan antara lain bagaimana menghitung biaya (input), pendapatan (output) dan keuntungan (income) usaha budidaya rumput laut. Juga disampaikan bagimana membuat buku kas.

Semoga dengan pelatihan ini dapat menjadikan pembudidaya lebih terampil dalam berusaha budidaya rumput laut.
 
 
Sumber : Humas BPPP Aertembaga