Saksikan Dialog "Warung Pesisir" di TVRI (Live) pada hari Kamis, 11 Maret 2010 Pukul 06.00 - 06.30 wib Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Topik : PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan.    Saksikan Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Sumatera Barat dalam Program Salam Dari Desa TVRI hari ini pukul 13.00 WIB     Selamat Kepada Presiden RI Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono Atas Penghargaan UNEP Award For Leadership In Promoting Ocean And Marine Conservation And Management.    Visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan : "Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015", Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"    Informasi Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru di http://www.kp3k.dkp.go.id/lkkpn   
 
   
 
 
     

Web Counter

608464

Polling

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

  • Setuju
  • Tidak Setuju
  • Tidak Tahu
  • Abstain

   

 

Siaran Pers

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad Minta Dukungan Komisi IV DPR Jadikan Sektor Kelautan dan Perikanan sebagai Penggerak Utama Perekonomian

SIARAN PERS

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN FADEL MUHAMMAD MINTA DUKUNGAN KOMISI IV DPR JADIKAN SEKTOR KELAUTAN & PERIKANAN SEBAGAI PENGGERAK UTAMA PEREKONOMIAN

Menteri Kelautan dan Perikanan diundang Komisi IV DPR untuk tanya jawab tentang masalah-masalah yang dihadapi departemen tersebut dan sekaligus rencana pengembangan ke depan. Oleh Fadel Muhammad forum ini dimanfaatkan untuk memaparkan visi, misi, dan grand strategy pengembangan kelautan dan perikanan 2010 – 2014.

Fadel menghendaki sektor kelautan dan perikanan berkembang cepat, tidak hanya tumbuh 10 atau 20% per tahun tetapi dalam waktu lima tahun ke depan mampu berkembang menjadi tiga kali lipat.Dalam penjelasannya Fadel menjelaskan tentang pentingnya memahami lingkungan makro sektor kelautan dan perikanan yaitu bagaimana situasi perikanan dunia, kebijakan para global player dan posisi Indonesia dalam konstelasi perikanan dunia. Selanjutnya dijelaskan pula tentang arah kebijkaan pembangunan kelautan dan perikanan, terutama yang menyangkut Visi, Misi, dan Grand Strategy.

Sektor Kelautan dan Perikana adalah Raksasa Tidur

Tren dunia menunjukkan bahwa produk perikanan akan menjadi produk global. Tingkat konsumsi ikan perkapita dunia cenderung menaik akibat adanya perubahan gaya hidup. Di negara-negara maju penduduknya yang cenderung semakin tua perlu protein yang tidak membahayakan kesehatan jantung, sementara sediaan protein hewani belakangan ini menimbulkan masalah seperti kasus flu babi, flu burung, dan sapi gila. Ini opportunity yang harus diraih. Pada sisi lain pada sektor perikanan budidaya terkembang peluang yang sangat luar biasa untuk meningkatkan produksi ikan budidaya. Sektor ini merupakan the sleeping giant. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Bersatu II ini seperti menyempal dari pakem yang ada sebelumnya. Visinya ambisius ingin menjadikan Indonesia Indonesia Menjadi Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015. Ini berangkat dari realitas bahwa untuk perikanan tangkap Indonesia berada pada peringkat keempat sedangkan untuk budidaya pada peringkat ketiga.

Fadel optimis visi ini bisa diwujudkan karena selama ini pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumberdaya kelautan dilakukan oleh sekitar 18 institusi/lembaga negara setingkat departemen, pelaksanaanya masih cenderung parsial, kurang terkoordinasi, teritegrasi & bersinergi. Jika saja kita mampu melakukan kovergensi program pembangunan kelautan & perikanan dari pusat hingga daerah di bawah koordinasi DKP sehingga sumberdaya kelautan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat melalui OCEAN GOVERNANCE mencapai visi tersebut adalajh sebuah keniscayaan.

Untuk itu DKP melaksanakan Grand Strategy yang diberi nama The Blue Revolution Policy. Kebijakan ini memuat empat agenda yaitu:
  1. Memperkuat Kelembagaan dan SDM secara Terintegrasi.
  2. Mengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan.
  3. Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Berbasis Pengetahuan.
  4. Memperluas Akses Pasar Domestik dan Internasional.

Grand Strategy ini perlu dukungan dari DPR terutama komisi IV yaitu mendukung agar sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor yang berdiri sendiri. Ini penting agar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah mendapatkan perhatian yang memadai dari segi anggaran. Percepatan pembangunan kelauan dan perikanan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Permintaan Menteri Kelautan dan Perikanan diterima dan didukung secara aklamasi oleh anggota Komisi IV.

Pesand dari Komisi IV bahwa membangun sektor kelautan dan perikanan tidak cukup dengan membuat visi dan misi agenda yang tidak kalah penting untuk dituntaskan adala menangani IUU Fishing (Illegal, Unregulated, dan Unreported Fishing). Kasus yang baru saja terjadi yaitu penembakan kapal Thailand berbendera Malaysia dengan tiga korban adalah bukti bahwa para pencuri ikan ini sepertinya tidak pernah jera. Oleh karena itu perlu penanganan yang tegas dan komprehensif.

Visi yang ambisius ini dikritisi oleh anggota komisi IV DPR RI. Apaka itu tidak terlalu ambisius. Bahkan Ir. Siswono Yudohusodo mengatakan jangan mengejar menjadi yang terbesar tetapi yang terbaik saja. Untuk apa menjadi terbesar bila itu hasil kerja dari perusahaan raksasa sebaliknya menjadi yg terbaik lebih relevan. Lanjut Siswono yang lebih penting adalah bagimana masalah IUU (Illegal, Unregulated, Unreported Fishing) itu ditanani dengan baik dengan melibatkan berbagai pihak. Satu hal yang tidak kalah penting adalah perlu dilakukan langkah membatasi ijin penangkapan, mengharuskan kapal ikan asing menggunakan awak kapal Indonesia. Ini berkaitan dengan masih banyaknya SDM perikanan terutama nelayan di pantura yang menganggur karena ketiadaan kapal penangkap ikan. Kita perlu menutup ekspor raw material agar di dalam negeri tumbuh industri pengolahan ikan.

Dengan tangkas Fadel menjawab bahwa untuk menjadi yang terbesar kita harus memulai dari produk unggulan. Secara bertahap kita akan menuju menjadi produsen bandeng terbesar, tuna terbesar, udang terbesar, lele terbesar, patin terbesar. Lama-lama timbul mindset bahwa kita mampu menjadi yang terbesar. Ini penting membangun psikologi masyarakat bahwa kita bisa menjadi yang terbaik dan t
erbesar.

 

Jakarta, 16 November 2009

( Print Halaman ini )