Visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan : "Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015", Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"    Saksikan Dialog "PUBLIC CORNER" di Metro TV (Live) pada hari Selasa, 09 Februari 2010 Pukul : 15.30 - 16.00 wib Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan Dan Gubernur Provinsi Maluku dengan Tema : "Sail Banda 2010"    Saksikan Dialog Selamat Pagi Indonesia (LIVE) "Ikan Untuk Rakyat" di TVRI,Selasa, 09 Februari 2010 Pukul 06.15 - 06.45 wib dengan Narasumber : "Menteri Kelautan dan Perikanan"    Saksikan Program "Segmen 100 Hari Pemerintahan Baru" di TV ONE, Pada hari Kamis, 4 Februari 2010 Pukul 19.00 - 20.00 Wib,dengan Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Tema "Laut dan Ikan Untuk Rakyat"    Segenap Jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH Abdurrahman Wahid   
 
   
 
 
     

Web Counter

544319

Polling

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

  • Setuju
  • Tidak Setuju
  • Tidak Tahu
  • Abstain

   

 

Informasi Cuaca & Iklim

Tanggal 23 - 24 November 2009

BERITA PRAKIRAAN CUACA MARITIM UNTUK PELAYARAN
DISEBAGIAN PERAIRAN INDONESIA BAGIAN BARAT



  1. PERINGATAN  CUACA  BURUK  : Gelombang Laut dengan tinggi 1,5 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di :    Laut   Sulu,  Perairan Timur  kepulauan  Natuna,  Perairan  Utara  Kalimantan,  Perairan  Sambas,  Perairan  Timur  Batam,  Perairan Timur kepulauan  Riau,  Selat Karimata,  Perairan  Bangka,  Perairan  Utara hingga  Selatan Aceh,  Perairan  Barat   Sumatera   Utara,  Perairan   Barat  Nias  hingga  barat  kepulauan  Mentawai,  Perairan  Barat  Lampung,  Perairan pulau  Enggano, Selat  Sunda  bagian  Selatan, Perairan  Banten  hingga  Selatan  Jawa barat  dan  Samudera  Hindia   Selatan  Jawa  Tengah  hingga  Selatan  Bali   Terkecuali  Laut   Cina  Selatan,  Perairan  Barat   kepulauan   Natuna,  Samudera   Hindia  Barat  laut  Sumatera   dan   Samudera  hIndia   Barat  Aceh   dapat  mencapai 3  sampai   5  meter  .



  2. RINGKASAN KONDISI CUACA   :  
    Dari Citra  Satelit  Cuaca  terlihat  adanya  “ LEMBANG  TROPIS  1004  HPA”, di Samudera  Pasifik  Timur  laut  Papua  atau  kepulauan  Carolines   dan  “ LEMBANG  TROPIS   1006  HPA “ , di  Samudera   Pasifik  Utara  Halmahera  bergerak  lambat ke arah  Utara   hingga  Barat  laut  .

    Daerah  Liputan  Awan  dan  Hujan berada  masih di Sebagian besar  masih Indonesia Barat  bag.  Barat sebelah  Utara  dan  Selatan Khatulistiwa,  Sebagian besar  Indonesia  Tengah  bagian  Barat dan  Tengah  Selatan Khatulistiwa serta  Sebagian  besar  Indonesia  Timur   bagian  Barat  serta  Selatan   Khatulistiwa   .

    Angin diatas wilayah Perairan Indonesia  Barat umumnya bertiup dari arah   Timur  sampai  Selatan, Terkecuali Perairan  barat  Sumatera   dan  Laut  Jawa   Angin  dari  Arah  Selatan  hingga  Barat   dan  kecepatan angin berkisar antara  5 sampai  28  knot  atau  10   sampai   50  Km / Jam . 

    Kondisi tersebut memberi peluang pertumbuhan awan dan hujan di :  laut  Cina  Selatan, Selat  Malaka,  Laut  Natuna, Perairan  Sambas,  Selat  Karimata,  Perairan  kepulauan  Riau  dan  Bangka  Belitung,  Sebagian  besar Perairan  Kalimantan,  Sebagian  besar Perairan  Barat  Sumatera,  Samudera  Hindia Barat  daya Sumatera,  Perairan  Kep.  Mentawai  hingga  Barat  Lampung,   Laut  Jawa, Perairan   Pantai  Utara Jawa dan  Selatan Jawa   serta   Selat  Makassar.



  3. PRAKIRAAN CUACA WILAYAH PERAIRAN   :
    BERLAKU DARI  JAM : 07.00 WIB TANGGAL : 23 NOPEMBER 2009  

    SAMPAI DENGAN JAM : 07.00 WIB TANGGAL : 24 NOPEMBER 2009
 

 

 

NO

 

 

 

NAMA WILAYAH PERAIRAN

 

 

ARAH DAN KECEPATAN ANGIN

 

 

CUACA

 

TINGGI GELOMBANG LAUT

MAKSIMUM

( METER)

01

WILPER  NATUNA

TIMUR   LAUT

 10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 3,0

02

WILPER SAMBAS

SELATAN – BARAT  DAYA

10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

03.

WILPER BADAS PENGIKI

BARAT  DAYA   -  BARAT

10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

04.

WILPER BATAM-LINGGA

BARAT  LAUT  -  UTARA

10 –  15 KT

BERAWAN

1,0 – 1,5

05.

WILPER SINGKEP-PP TUJUH

BARAT     UTARA 

 10  – 20 KT

HUJAN

1,5 – 2,5

06.

WILPER BANGKA

BARAT  -   BARAT  LAUT 

 10 –  20 KT

HUJAN

1,5 – 2,5

07.

WILPER KARIMATA

BARAT

10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

08.

WILPER KETAPANG

BARAT  -    BARAT  LAUT

 05 –  15 KT

HUJAN

0,5 – 1,5

09.

WILPER PONTIANAK

SELATAN - BARAT  DAYA 

 05 –  10 KT

HUJAN

0,5 – 1,0

10.

WILPER SIMEDANG

BARAT DAYA -  BARAT

 10 –  15 KT

HUJAN

0,5 – 1,5

11.

WILPER RAKIT KEBATU

BARAT DAYA -  BARAT

 05  – 15 KT

HUJAN

0,5 – 1,5

12.

WILPER KEP. SERIBU

BARAT  DAYA  -  BARAT

 10 –  15 KT

HUJAN

0,5 – 1,5

13.

WILPER KRG – INDRAMAYU

BARAT  DAYA  -  BARAT 

05 –  15 KT

HUJAN

0,5 – 1,5

14.

WILPER PELABUHAN RATU

TIMUR -  SELATAN

 10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

15.

WILPER SINDANG BARANG

TIMUR -  SELATAN

 10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

16.

WILDRA BARAT DAYA BENGKULU

TENGGARA -  SELATAN 

 10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

17.

WILDRA SELATAN BANDUNG

TENGGARA 

 10 –  20 KT

HUJAN

2,0 – 2,5

 
                                                                                     STASIUN METEOROLOGI MARITIM
                                                                                     TANJUNG PRIOK
                                                                                    PRAKIRAWAN
                                                                               ttd


                                                                                       YUDI SURYADARMA
                                                                                       NIP: 19590801198103 1001


 

( Print Halaman ini )