Saksikan Dialog "Warung Pesisir" di TVRI (Live) pada hari Kamis, 11 Maret 2010 Pukul 06.00 - 06.30 wib Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Topik : PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan.    Saksikan Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Sumatera Barat dalam Program Salam Dari Desa TVRI hari ini pukul 13.00 WIB     Selamat Kepada Presiden RI Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono Atas Penghargaan UNEP Award For Leadership In Promoting Ocean And Marine Conservation And Management.    Visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan : "Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015", Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"    Informasi Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru di http://www.kp3k.dkp.go.id/lkkpn   
 
   
 
 
     

Web Counter

606071

Polling

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

  • Setuju
  • Tidak Setuju
  • Tidak Tahu
  • Abstain

   

 

Siaran Pers

GENJOT PRODUKSI MELALUI PERIKANAN BUDIDAYA

No. B.112/PDSI/HM.310/XI/2009

SIARAN PERS
GENJOT PRODUKSI MELALUI PERIKANAN BUDIDAYA

Mencermati situasi perikanan dunia, tengah terjadi stagnasi produksi perikanan tangkap bahkan di beberapa wilayah mengalami penurunan. Sementara konsumsi ikan cenderung meningkat. Ini tentu harus dicarikan solusinya. Usaha perikanan harus lebih fokus pada perikanan budidaya. Ini adalah peluang dan merupakan milestone bagi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menggenjot produktivitas perikanan budidya. DKP menargetkan peningkatan produksi sebesar 300% dari perikanan budidaya, dan menetapkan perikanan budidaya sebagai tumpuan utama dalam meningkatkan produksi perikanan ke depan. Dalam rangka mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad akan melepas varietas unggul ikan Nila Larasati dan Ikan Nila BEST di Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Janti, Klaten, Propinsi Jawa Tengah pada hari Senin (23/11)

Menurut Fadel, Indonesia berpeluang untuk meningkatkan produksi perikanan dan menjadi negara penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar pada tahun 2015 sebagaimana visinya. Mungkin ada beberapa pihak yang meragukan tekad ini bahkan dianggap ambisius, padahal kalau ditilik Indonesia memiliki potensi lahan budidaya seluas 11.806.392 ha dan baru dimanfaatkan seluas 762.320 ha atau 6,46% sehingga masih tersisa lahan 11.044.072 ha atau 93,64% yang belum dimanfaatkan.

Sebagai contoh adalah rumput laut jenis Euchema cottonii. Indonesia sekarang ini telah berhasil menempatkan diri sebagai negara produsen rumput laut terbesar di dunia dan meninggalkan dominasi Filipina yang semula merupakan negara produsen rumput laut terbesar dunia. Selain rumput laut, komoditas lain yang cukup menjanjikan adalah ikan Nila. Saat ini Indonesia merupakan produsen ikan nila nomor dua terbesar di dunia setelah China. Untuk menggeser China, banyak upaya yang harus kita lakukan dan salah satunya adalah perakitan jenis-jenis ikan nila unggul yang tahan penyakit, berkembang cepat dan efisien dalam pemanfaatan pakan.

Penyediaan induk unggul dan benih bermutu kepada masyarakat pembudidaya merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas usaha budidaya, khususnya budidaya di air tawar. Oleh karena itu, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) secara terus-menerus melakukan penelusuran genetik untuk menemukan induk-induk unggul dalam upaya memenuhi permintaan induk berkualitas di masyarakat. Hasilnya, hari ini kita pelepasan nila Larasati dan BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) papar Fadel. Kedua jenis ikan nila ini dianggap unggul dan diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan nila sebesar 1,25 juta ton pada tahun 2014 atau meningkat rata-rata 27% per tahunnya.

Dengan telah ”dirilisnya” ikan nila Larasati dan nila BEST ini, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT) Bogor-Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP, dan PBIAT Janti akan terus melakukan perbanyakan induk ikan nila unggul ini, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pembudidaya dalam pengembangan usaha budidayanya. Ketersediaan induk unggul akan diikuti dengan produksi benih unggul yang tepat jenis, tepat kualitas dan tepat waktu serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat pembudidaya ikan. Meningkatnya aktivitas perikanan pada suatu wilayah, pada akhirnya akan mendorong model pengembangan kawasan perikanan, yaitu pengembangan kawasan Minapolitan. Model ini akan dikembangkan DKP di 56 daerah pada tahun depan dan terus dikembangkan di daerah lainnya.

Selama malakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah untuk melepas varietas unggul ikan Nila Larasati dan Ikan Nila BEST, Menteri Fadel juga akan melakukan panen ikan Nila LARASATI di Desa Nganjat dan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dan peninjauan ke Kampung Lela Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.



Jakarta, Nopember 2009
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi



Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed


Narasumber:

Dr. Soen'an H. Poernomo, M.Ed
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (HP.08161933911)


( Print Halaman ini )