Visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan : "Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015", Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"    Saksikan Dialog "PUBLIC CORNER" di Metro TV (Live) pada hari Selasa, 09 Februari 2010 Pukul : 15.30 - 16.00 wib Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan Dan Gubernur Provinsi Maluku dengan Tema : "Sail Banda 2010"    Saksikan Dialog Selamat Pagi Indonesia (LIVE) "Ikan Untuk Rakyat" di TVRI,Selasa, 09 Februari 2010 Pukul 06.15 - 06.45 wib dengan Narasumber : "Menteri Kelautan dan Perikanan"    Saksikan Program "Segmen 100 Hari Pemerintahan Baru" di TV ONE, Pada hari Kamis, 4 Februari 2010 Pukul 19.00 - 20.00 Wib,dengan Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Tema "Laut dan Ikan Untuk Rakyat"    Segenap Jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH Abdurrahman Wahid   
 
   
 
 
     

Web Counter

544331

Polling

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

  • Setuju
  • Tidak Setuju
  • Tidak Tahu
  • Abstain

   

 

Siaran Pers

FADEL QURBAN DI PEMUKIMAN NELAYAN

FADEL QURBAN DI PEMUKIMAN NELAYAN

 
Hubungan pejabat dan masyarakat sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai keterkaitan structural fungsional saja, namun harus disertai dengan hubungan personal emosional. Dalam kaitan itulah maka kali ini DKP menyumbangkan hewan qurban di perkampungan nelayan. Tentu saja tetap dilandasi niat ibadah karena Allah, lillahi ta'ala. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada saat memantau penyampaian hewan qurban di pemukiman nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, selepas sholat Iedul Adha di Istiqlal (tg 27/12).

Keluarga Departemen Kelautan dan Perikanan kali ini menyampaikan qurban sapi ke empat lokasi pemukiman nelayan wilayah Jakarta Utara, yakni Masjid Jami Al-Huda, Kamal Muara; Musholah At-Taubah pelelangan ikan Kalibaru; Masjid Al-Amal dekat pelelangan ikan Cilincing; dan Masjid Attaufiqul Mubarok' pemukiman nelayan Muara Angke. Nelayan setempat juga ada yang menyampaikan hewan qurban. Misalnya di Muara Angke, dari nelayan saja hampir 100 ekor kambing. Menurut para nelayan, jumlah hewan qurban dari nelayan kali ini mengalami penurunan. Penyebabnya adalah dikarenakan menjelang Hari Raya Qurban, kondisi laut sedang ombak besar (rob), sehingga banyak hari-hari nelayan yang tidak pergi melaut.

Di pemukiman nelayan  Muara Angke, terdapat lima segmen warga yang berhak menerima daging qurban (mustahiq), yang dilayani oleh masjid yqang berbeda. Masjid Attaufiqul Mubarok dan Attaubah kebanyakan untuk nelayan yang menetap di pemukiman tersebut. Masjid Nurul Bahri kebanyakan untuk pengolah ikan tradisional. Masjid Nurul Falah di pelelangan ikan banyak melayani para bakul dan pedagang kecil.  Adapun Masjid Safiatul Jannah banyak melayani nelayan andon dari luar Jakarta, atau para nelayan musafir, yang "bermukim" di perahu atau kapal ikan masing-masing, serta pekerja kecil galangan kapal. Dari campuran kelompok mustahiq tersebut kira-kira berjumlah 800 orang.

 
Jakarta, 27 November 2009

Kepala Pusdatin,

ttd


Dr. Soen'an Hadi Poernomo

Hp 081619 33911

( Print Halaman ini )