Saksikan Dialog "Warung Pesisir" di TVRI (Live) pada hari Kamis, 11 Maret 2010 Pukul 06.00 - 06.30 wib Narasumber : Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Topik : PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan.    Saksikan Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Sumatera Barat dalam Program Salam Dari Desa TVRI hari ini pukul 13.00 WIB     Selamat Kepada Presiden RI Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono Atas Penghargaan UNEP Award For Leadership In Promoting Ocean And Marine Conservation And Management.    Visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan : "Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015", Misi : "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan"    Informasi Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru di http://www.kp3k.dkp.go.id/lkkpn   
 
   
 
 
     

Web Counter

605921

Polling

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

  • Setuju
  • Tidak Setuju
  • Tidak Tahu
  • Abstain

   

 

Berita

Produk Perikanan Bidik Pasar China

Komoditi Ekspor

Produk Perikanan Bidik Pasar China

Produk perikanan hasil budidaya nasional siap menguasai pasar China. Apalagi, bea masuk ke negara tersebut yang sebelumnya 17,5 persen akan dihapuskan seiring kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA).

"Praktis, kita tidak impor produk perikanan hasil budidaya dari China. Yang mereka punya seperti ikan nila dan patin, bisa kita produksi dalam jumlah besar dan harga yang lebih murah di dalam negeri. Kita siap menguasai pasar China," kata Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Made L. Nurdjana saat dihubungi, Minggu (7/1).

Beberapa produk perikanan budidaya yang siap diekspor ke China dalam waktu dekat, yakni ikan kerapu tikus dan kerapu macan sebanyak 1.000 ton. Ikan jenis tersebut, menurut Made, dihargai sebesar 40-50 dollar AS per kilogram di China.

Sepanjang tahun 2009 lalu, perikanan budidaya mampu mengekspor 12 ribu - 15 ribu ton ikan kerapu pasar China. Produk lain seperti ikan sidat ukuran di atas dua kilogram juga siap di ekpor ke China.

"Memang volumenya masih ratusan ton, dan selama ini kita belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar China. Kita masih terkendala dengan minimnya pembudidaya ikan jenis ini,"tutur dia.

Sementara itu, anggota komisi IV DPR Herman Khaeron menyebut, Indonesia perlu mewaspadai masuknya produk perikanan tangkap China cukup besar, dan yang perlu diwaspadai adalah kualitas produknya. Untuk itu, balai karantina harus meningkatkan pengawasannya,"papar dia.

Tujuan Ekspor

Dari sisi persaingan, China dinilai unggul dalam penguasaan pasar perikanan tangkap dibandingkan perikanan budidaya. Inilah yang menjadi peluang bagi pembudidaya perikanan nasional.

"Dan perlu diingat, selam ini China belum menjadi tujuan ekspor produk perikanan Indonesia, kita masih berotientasi ke Jepang dan Eropa," kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan perdagangan bebas ACFTA berdampak positif meningkatkan volume ekspor produk perikanan Indoneasia ke China. "China memiliki penduduk terbanyak di dunia dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi," papar dia

Berdasarkan data, tahun 2009 ekspor perikanan RI ke China diperkirakan mencapai 100,4 juta dollar AS, sedangkan impor dari China sebesar 28,8 juta dollar AS. Rata-rata kenaikan nilai ekspor perikanan RI ke China sebesar 67,4 persen pada periode 2006 -2008. Sedangkan rata-rata kenaikan nilai impor dari China sebesar 71,3 persen pertahun.

 

Sumber : Koran Jakarta, 08 Februari 2010.Hal. 15

( Print Halaman ini )